Chairil Anwar (Ilustrasi: Ivon/detikcom)
Persatuan dan kesatuan yang dinikmati oleh masyarakat Indonesia saat ini tidak terlepas dari perjuangan panjang para pendahulu. Perlu menjadi catatan bahwa ada beberapa gerakan yang menjiwai tumbuh dan berkembangnya nilai dan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Beberapa gerakan tersebut antara lain sebagai berikut:
- gerakan politik
- gerakan pendidikan
- gerakan sastra
Salah satu tokoh sastrawan Indonesia yang ambil bagian dalam gerakan sastra adalah Chairil Anwar. Hal ini terbukti dengan salah satu puisinya yang berjudul "Diponegoro".
Diponegoro
Chairil Anwar
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berani
Sudah itu mati.
Maju
Bagimu Negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas tiada
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Krawang-Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
KangGoeroe

Komentar
Posting Komentar