Langsung ke konten utama

Hak Oktroi VoC

Replika kapal dagang VOC di Amsterdam. FOTO/modelships.de

Pada mulanya yurisdiksi VOC hanya sebatas urusan perdagangan Belanda di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, mereka memperoleh kemampuan unik untuk menggunakan hak istimewa octroi mereka untuk memegang kekuasaan. Dengan hak istimewa octroi ini, VOC mampu:

  1. Mewakili pemerintah Belanda di Asia secara sah
  2. Memonopoli perdagangan rempah-rempah di wilayah Hindia Timur
  3. Mencetak dan mengedarkan mata uang mereka sendiri yang dikenal dengan mata uang VOC
  4. Melakukan perjanjian dengan negara dan kerajaan-kerajaan lain
  5. Melakukan perang dengan negara lain, termasuk kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia
  6. Mempunyai pasukan dan armada laut untuk keperluan perang
  7. Menyatakan perang dengan negara lain dan kerajaan-kerajaan di Indonesia jika diperlukan
  8. Mengumpulkan pungutan wajib dari kerajaan-kerajaan di Indonesia. Pungutan ini dikenal dengan istilah verplichte leverantie yang mewajibkan kerajaan di Indonesia membayar pajak hasil bumi kepada contingenten dan Belanda. Selain itu rakyat juga diharuskan membayar pajak sewa tanah dengan hasil bumi
  9. Melaksanakan pemerintahannya sendiri.

Melihat daftar hak VOC di atas, jelas bahwa perusahaan mempunyai kekuasaan absolut. Karena mereka mampu bertindak mandiri terhadap bangsa mana pun. Pada tahap awal kejayaannya, VOC mempunyai persediaan yang sangat besar. Armada ini terdiri dari 65 personel. Mereka mulai mengirimkan surat dari rumah mereka di Rotterdam, Enkhuizen, Middleburg, Amsterdam, dan Hoorn. Lebih jauh lagi, VOC mungkin bisa membangun militer yang kuat.

Pasukan-pasukan ini ditugaskan untuk menekan kerajaan Indonesia untuk mengikuti aturan dan kebijakan yang dibuat oleh VOC. Bukti adalah, mereka tidak ragu untuk campur tangan langsung dalam urusan internal beberapa kerajaan Indonesia seperti Sultanat Mataram atau Sultanat Banjar.

Dengan kekuatan dan tentara yang besar, VOC tidak ragu untuk mengintimidasi dan menaklukkan berbagai kerajaan yang ada di Indonesia pada saat itu. Setelah penaklukan berhasil, mereka akan menempatkan raja boneka di bawah kendali penuh mereka.

Dengan cara ini, VOC telah menjadi perusahaan dengan kontrol penuh di Indonesia. Keberhasilan mereka sulit dikalahkan oleh negara-negara Eropa lainnya karena VOC memiliki armada angkatan laut yang besar dan tentara bersenjata lengkap. Namun, VOC masih diminta untuk membayar pajak, mengungkapkan keuntungan perdagangan kepada pemerintah Belanda, dan mendukung Kerajaan Belanda dalam perang.


KangGoeroe


Komentar